08Jun 0

Model Reti Ragil: Jangan Takut Melahirkan dengan Cara Normal

Seputar Kehamilan » Persalinan  •   Okinice Meyer
Makan sepuasnya dan selalu bersikap positif, tips hamil sehat dan fit ala Reti Ragil

Siapa kali ini yang sedang bergembira merayakan kehadiran buah hati? Model papan atas tanah air, Reti Ragil. 

Penasaran bagaimana pengalaman ibu muda ini selama kehamilan sampai persalinan, dan apa saja tips-tips yang bisa Reti bagikan selama menjalani kehamilannya? Simak wawancara eksklusif kami dengan model berwajah khas Indonesia ini.
 
1. Hi Reti, congrats for your newborn baby! Boleh cerita proses persalinan apa yang kamu pilih saat melahirkan si kecil? 
Dari awal aku emang sudah mau melahirkan secara normal, jadi aku sudah pilih dokter yang memang bisa membantuku melahirkan secara normal. Banyak bayi sungsang ataupun kelilit tali pusar, tapi dokter ini selalu sabar dengan pasien-pasiennya, sampai bisa melahirkan normal. Namanya dokter Musa, dan memang aku maunya dokter laki-laki. Pengen melahirkan secara normal, karena orang zaman dulu bisa secara alami, masa kita nggak bisa.
 
2. Kami lihat di Instagram, kamu memilih nama Gendis Aini untuk si buah hati. Ada arti khusus?
Nama lengkapnya Gendis Aini Artamara, tapi kita lebih sering panggil Gendis Aini saja. Dalam bahasa Jawa, Gendis itu artinya gula atau manis. Aini dalam muslimnya, artinya musim semi atau bunga, dan Artamara itu rezeki. Jadi panjangnya, perempuan manis seperti bunga yang membawa rezeki.
 
3. Berapa lama persalinannya saat itu dan bisa ceritakan sedikit prosesnya?
Hari Minggu jam 10 pagi, ketuban aku pecah pas aku lagi tidur. Kita langsung ke rumah sakit. Sampai rumah sakit dokter bilang estimasi insya Allah lahirnya malam, tapi sampai rumah sakit, mulai terasa mules-mules. Jam 3 sore suster cek ternyata aku sudah pembukaan delapan. Cepat banget bayiku mau keluar. Bahkan dokter belum ada di rumah sakit, jadi dokternya buru-buru datang ke rumah sakit. Pas dokternya datang, baru sekitar 10 menit, alhamdulilah bayiku langsung lahir jam 16.05.
 
4. Selama kehamilan sampai proses persalinan, momen apa yang paling berkesan dan tidak bisa kamu lupakan? 
Selama proses kehamilan aku menikmati sekali melihat badanku berubah. Aku agak susah gendut, tapi pas hamil tiba-tiba ada lemak di beberapa tempat yang bikin aku happy.
 
5. Seberapa besar peran keluarga terutama suami selama kehamilan hingga persalinan?
Kebetulan aku baru ikut senam hamil 1 kali dan suami aku juga ikut di dalam melihat aku senam. Jadi pas proses persalinan banyak banget peran suami aku. Suami ikut menunggu di sampingku, bahkan dia juga bantuin cara napasku karena aku sudah nggak fokus. 

6. Adakah persiapan khusus selama kehamilan untuk menyambut kelahiran Gendis?
Normal saja kayak yang lain, aku siapin box bayi, stroller, dan semacamnya di rumah. Kebetulan selama menikah, aku tinggal di apartemen tapi setelah bayiku lahir, aku tinggal di rumah mamaku.

7. Tanggal dan jam berapa tepatnya Gendis lahir?
Hari Minggu tanggal 29 Mei 2016, jam 16.05.
 
8. Apa saja yang kamu lakukan untuk tetap sehat dan fit selama hamil?
Selalu happy sama positif saja, jadi badan tetap fit terus deh. Pas hamil aku jadi hobi masak, sambil nungguin suami pulang. Happy banget. Selain itu, banyak jalan saja tapi jangan berlebihan, biar malah nggak diminta bedrest kayak aku (beberapa minggu sebelum melahirkan, kondisi Reti sempat drop dan harus bed rest di rumah sakit. Reti juga masih menerima tawaran pekerjaan di usia kehamilan 4 bulan).
 
9. Bagaimana kamu menggambarkan personal style kamu selama kehamilan?
Aku sampai 6 bulan masih bisa pake jeans aku yang sebelum hamil aku pakai. Jadi masih santai. Sisanya style aku nggak banyak berubah. Dari dulu aku banyak pakai sweater besar-besar (longgar) jadi pas hamil aku nggak banyak beli baju hamil.
 
10. Walau baru anak pertama, ada tips kepada calon ibu baru terutama dalam hal mempersiapkan persalinan?
Tips dari aku, makan apa saja yang banyak yang bikin kita selalu happy dan enjoy selama kehamilan. Menurutku, kalau kita selalu bersikap positif, berpengaruh juga ke perut kita. Kadang aku juga sempat merasa bosan karena cuti kerja, tapi balik lagi, kita nggak hamil setahun sekali. Jadi kalau ingat, selalu enjoy. Dan, jangan takut buat lahir normal karena rasanya nggak sehoror yang dibayangkan. Pas lihat bayi di tangan kita itu, perasaan happy-nya benar-benar di luar dugaanku.

 

Filed under
MOM, NEWBORN BABY, PREGNANT, MODEL

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00
Perawatan Rambut Harus Sesuai...
17 September 2018 17:00
Sebagai Masyarakat Urban, Kita...
26 Agustus 2018 14:00