31Okt 0

Ketahui Penyebab Bayi Prematur Agar Tahu Cara Merawatnya

Seputar Kehamilan  •   Tiarani Saputri
Bayi dikatakan prematur bila lahir sebelum usia kandungan ibu 37 minggu.

Setelah menikah tentu setiap pasangan suami dan istri pasti ingin memiliki anak atau keturuan yang menjadi impian bagi mereka.  Memiliki anak yang sehat, cerdas dan lahir dalam keadaan normal adalah suatu yang sangat diharapkan. Namun bagaimana jika kehamilan anak pertama prematur? Menurut data statistic WHO tahun 2013, kurang lebih 1,5 juta bayi terlahir prematur setiap tahunnya di dunia dan Indonesia berada dalam urutan ke-5 dari 10 negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia.  Untuk menghindari melahirkan secara prematur sebaiknya ketahu penyababnya berikut. 

Penyebab Bayi Lahir Prematur

Persalinan prematur dapat terjadi ketika kehamilan belum memasuki minggu ke 37 atau tiga minggu lebih sebelum hari perkiraan lahir. Hal ini juga bisa terjadi pada ibu yang pernah mengandung anak kembar, jarak kehamilan pertama dan kedua kurang dari 6 bulan, keguguran, atau pernah melakukan aborsi berulang. Gaya hidup seorang ibu  juga akan memberikan dampak pada bayi dalam kandungan, seperti merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang.  Selain itu, faktor psikologis (stress) juga dapat memicu kelahiran prematur. Namun, penyebab pasti kelahiran prematur belum diketahui. 

Bayi Prematur Sangat Rentan Komplikasi 

Seperti yang kita ketahui, bayi prematur dilahirkan sangat dini sehingga pembentukan bayi belum sempurna. Paru-paru bayi belum berfungsi dengan baik dan umumnya bayi akan dibantu dengan alat setelah dilahirkan. Selain pernapasan, komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah komplikasi jantung, metabolisme, daya tahandan pencernaan. Dalam jangka panjang, masalah seperti kemampuan kognitif juga akan dialami oleh anak seperti perkembangan perilaku dan psikologis, pendengaran, serta penglihatan. 

Kontak dengan Ibu itu Penting

Bayi prematur juga membutuhkan kontak kulit dengan ibu (atau ayahya) daripada dimasukkan ke dalam inkubator. Banyak hal yang membuktikan bahwa metabolisme bayi prematur jauh lebih stabil ketika berdekatan dengan sang ibu. Napas bayi lebih stabil, rileks dan tenang, tekanan darahnya lebih normal, kadar gula darah serta suhu kulit mereka pun lebih baik. Semua ini tejadi jika mereka dirawat dengan metode Kangguru (Kangaroo Mother Care), yaitu melakukan kontak kulit antara ibu dan bayi sepanjang hari. Bahkan dengan metode Kangguru ini ibu dapat memproduksi ASI lebih banyak, sehingga bayi dapat menyusu lebih baik. 

Baca Juga: Tips Nyaman Saat Proses Persalinan 

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00
Hamil Besar Tak Hentikan Rosie...
11 April 2017 13:00
Dressing for Two: Hamil, Natalie...
01 Februari 2017 14:04
Cute Together: 9 Pasangan...
10 Januari 2017 12:00