03Mar 0

Yuk Ajari Si Kecil Memilah Sampah Sejak Dini

Dunia Ibu  •   reiny
Memilah sampah dapat menyelamatkan lingkungan dan masa depan buah hati kita.

Memilah sampah adalah langkah awal untuk membantu proses daur ulang, dan bisa dilakukan dengan mudah oleh si Kecil di rumah. Orangtua sering ‘anti’ jika anaknya berurusan dengan sampah dengan alasan takut kotor, padahal kegiatan ini bisa menjadi pengalaman belajar bagi si Kecil untuk lebih peduli pada lingkungan. Ajak saja anak bermain sambil membantu Ibu memilah sampah organik dan non-organik, atau memisahkan benda-benda yang masih bisa dimanfaatkan, seperti beberapa jenis bekas kemasan.

Sampah hampir bisa ditemui di mana saja. Bahkan, di rumah pun pasti bisa menemukan sampah kan, fimelova? Jika biasanya fimelova yang sibuk sendiri membuang sampah di tempatnya, coba sesekali ajak si Kecil untuk peduli juga mengenai masalah sampah.Ajari si Kecil tentang jenis-jenis sampah dan mana yang bisa dipakai lagi atau didaur ulang. Jika si Kecil masih terlalu kecil untuk mengerti masalah daur ulang, fimelova masih bisa kok memperkenalkan dan mengajarinya cara memilah sampah. Aktivitas semudah dan sesederhana memilah sampah mana yang organik dan non-organik akan mengajari anak banyak hal.

Misalnya, melatih kemampuan psikomotorik, menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan, membuat badannya sehat karena aktif bergerak, dan menumbuhkan kepercayaan dirinya karena bisa melakukan hal luar biasa untuk menyelamatkan lingkungan. Lalu, bagaimana cara mengajari si Kecil untuk memilah sampah?

Pertama-tama, fimelova bisa ajak si Kecil berkeliling rumah untuk mengumpulkan sampah yang bisa dijumpai di dalam rumah dan di halaman.

Setelah itu, sediakan dua tempat sampah; yang satu untuk sampah organik dan satunya untuk sampah non-organik. Karena masih kecil, penjelasan mengenai sampah jangan dibuat terlalu panjang dan susah dimengerti. Fimelova bisa mendeskripsikan sampah organik sebagai sampah yang bisa membuat tanaman subur, sedangkan sampah non-organik harus dibuang di tempat sampah bukan di sembarang tempat.

Selanjutnya, biarkan dia mengambil sampah lalu meletakkannya di tempat sampah yang benar. Fimelova juga bisa mencari gambar di internet mengenai contoh sampah organik dan non-organik untuk menunjukkan padanya mana yang bisa dibuang ke lingkungan, mana yang harus dibuang ke tempat sampah.

Memilah sampah dapat menyelamatkan lingkungan kita. Data dari Kementerian LHK setidaknya menyebutkan saat ini sampah Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan 64% berakhir di TPA. Menurut data BPS, tingkat perilaku memilah sampah di rumah tangga masih relatif rendah, yaitu 18,84%. Sementara perilaku tidak memilah sampah sebelum dibuang masih relatif tinggi yaitu 81,16%. Dalam Perpres No. 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah, ditetapkan target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% pada tahun 2025, ditambah dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi sampah plastik di laut sebesar 70% pada tahun 2025.

Chief Executive Coca-Cola Foundation Indonesia Titie Sadarini mengaku prihatin dengan kondisi ini. Untuk itu Coca-Cola Foundation Indonesia meluncurkan program “PLASTIC REBORN” sebuah program yang didesain untuk menginspirasikan perubahan perilaku kepada generasi muda Indonesia tentang pengelolaan sampah kemasan plastik. Melalui program ini, Coca-Cola memfasilitasi pengumpulan botol kemasan plastik minuman di lebih dari 100 titik Sekolah Menengah Atas & Universitas di kawasan Jakarta, untuk kemudian dikelola dan diproses menjadi tas multifungsi yang keren dan bernilai komersial.

"Dalam enam bulan ke depan, diharapkan minimum 5 ton sampah kemasan plastik dapat terkumpul untuk kemudian dikelola dan diproses menjadi bagian dari bahan pembuat tas multifungsi," kata Titie di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan, Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan RI,menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya hal ini sejalan dengan tema besar rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2018 yang jatuh pada bulan Februari ini dengan tema“Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah!”

“UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah sudah masuk tahun kesepuluh, namun permasalahan sampah masih menjadi isu yang serius. Karenanya yang sangat dibutuhkan adalah kepedulian serta sinergi keterlibatan semua aktor, termasuk generasi muda, dalam hal ini anak-anak sekolah dan mahasiswa sebagai generasi penerus kita,“ ujar Rosa.

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00
Perawatan Rambut Harus Sesuai...
17 September 2018 17:00
Sebagai Masyarakat Urban, Kita...
26 Agustus 2018 14:00