27Mei 0

Pengalaman Nina Nikicio Membawa Si Kecil Berlibur ke Jepang

Dunia Ibu » Inspiring Story  •   Monica Dian
Membawa balita liburan ke luar negeri memang cukup menantang. Namun, Nina Nikicio membuktikan bahwa mengajak sin kecil dalam kondisi ia tengah berbadan dua tidak mengurangi keseruan liburannya.

Liburan dalam keadaan berbadan dua dan membawa si kecil yang bahkan belum berusia setahun jadi semacam tantangan yang menyenangkan bagi Nina Nikicio sebagai ibu. Belum lama ini, desainer brand Nikicio tersebut berlibur bersama suami dan buah hati mereka, Lizi, ke Jepang. Lewat akun Instagram pribadinya, Nina membagikan pengalaman menarik selama berlibur di negeri Sakura. It’s all about motherhood and how to handle her beloved Lizi.

Yang namanya anak kecil pasti gampang rewel. Seperti anak kecil pada umumnya, Lizi juga pasti menangis kalau tidak melihat sosok mamanya. “Memang nggak mudah merawat balita (menurutku Lizi bukan bayi lagi, karena perilakunya juga nggak menunjukkan ia masih bayi) yang sedang mengalami rasa nggak mau pisah. Ia pengen aku selalu menggendongnya setiap saat. Kalau dia nggak lihat aku, dia pasti langsung nangis cari-cari aku.”

Sampai ke toilet pun, Lizi mau ikut. Untungnya, toilet di Jepang sudah difasilitasi kursi bayi sehingga Nina tidak perlu meninggalkan Lizi hanya untuk ke toilet. Ia hanya perlu mendudukkan Lizi di atas kursi tersebut.

Lizi memang tidak bisa lepas dari pelukan mama, namun Nina tidak harus menggendongnya setiap saat. Apalagi ditambah dengan kondisinya yang tengah hamil, tentu ia harus berbagi tugas dengan sang suami untuk mengurus Lizi. Termasuk dalam hal menggendong, supaya ia tidak kelelahan.

Namun, saat Lizi tidak rewel dan butuh tidur, stroller atau kereta bayi adalah pilihan tepat untuk membawa Lizi. Sayangnya, semudah-mudahnya mendorong stroller, tetap saja ada hambatannya. Tapi hal tersebut bisa diatasi dengan memilih jenis stroller yang tepat.

“Aku dan suami puas banget pakai stroller Globetrotter, karena kebanyakan stasiun di sini nggak stroller-friendly. Tinggi elevatornya sekitar 200-400 meter dari pintu gerbang dan kami sering lewat tangga curam tanpa elevator. Dengan usia kehamilan 24 minggu, aku cuma bisa menggendong Lizi yang berat badannya 10 kg, dan suamiku harus bawa barang lainnya (stroller, perlengkapan bayi, dan tas belanja).”

“Jadi, memilih stroller dengan berat kurang dari 5 kg adalah pilihan masuk akal. Dan kelihatannya stroller kecil dan ringan jadi favorit ibu-ibu di Jepang, karena di sini aku nggak lihat stroller berat yang biasa aku lihat di Jakarta. Berdasarkan pengalamanku ini, lebih baik gunakan stroller yang paling kamu butuhkan. Coba buat daftar yang kamu inginkan dari stroller. Aku sih cukup beruntung punya dua stroller yang bisa aku pakai sesuai kebutuhanku. Tapi kalau kamu nggak punya stoller yang cukup bagus, setidaknya kamu bisa pilih stroller yang lebih awet.”

Membawa anak kecil tidak hanya bagaimana cara membawanya, tapi juga bagaimana mengatasi hal-hal yang tidak terduga. Seperti saat Lizi muntah di pangkuan Nina. Dengan kondisi bajunya yang kotor terkena muntahan dan tidak ada lagi stok baju bersih di dalam koper, Nina memutuskan memakai baju suaminya, yang untungnya berukuran tidak jauh berbeda dengan dirinya.

“Sebagai ibu, apa sih yang bisa kamu lakuin setelah bajumu terkena muntahan anak? Udah jelas pinjam baju suami dong. Ukuran bajuku dengan suami lumayan sama dan sebenarnya aku merasa seksi memakai bajunya.”

Well, membawa anak kecil saat liburan dan traveling memang tidak mudah. Seperti yang dialami Nina, penuh dengan tantangan, namun, di situlah kenikmatannya menjadi ibu. Sesulit apapun menghadapi anak saat liburan, terbukti hal tersebut tidak mengganggu aktivitas liburan di negeri orang.

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00
Perawatan Rambut Harus Sesuai...
17 September 2018 17:00
Sebagai Masyarakat Urban, Kita...
26 Agustus 2018 14:00