04Agt 0

Bicara Hati ke Hati, Cara Nina Nikicio Hilangkan Kebiasaan Ngedot Anaknya

Dunia Ibu  •   Monica Dian
Bagaimana agar anak dapat berhenti ngedot atau ngempeng? Cara dari desainer Nina Nikicio ini bisa kamu coba.

Balita yang terbiasa ngedot atau ngempeng pasti akan sulit menghilangkan kebiasaannya. Sekalinya ia tidak ngedot, maka ia akan menangis sejadi-jadinya. Padahal, kebiasaan ngedot punya efek buruk untuk pertumbuhan gigi anak. Desainer Nina Nikicio paham akan hal ini. Maka dari itulah, ia berusaha menjauhkan dot dari buah hatinya Lizi.

Cara yang dilakukan Nina juga terbilang berani. Secara terang-terangan di depan mata Lizi, ia membuang dot kesayangan si kecil. Sebelumnya ia pernah mencoba metode lebih halus dengan menjauhkan Lizi dari dotnya. Namun, hal ini sama sekali tidak bekerja karena Nina menyadari dirinya pun sangat bergantung pada alat satu ini untuk menenangkan Lizi.

Nina mulai memberi Lizi dot sejak usianya 1 bulan. Alasannya, karena Nina ingin rutinitas menyusui jadi lebih terkontrol. Dan ketika Lizi sudah tidak lagi menyusu dan Nina tahu bahwa anak harus berhenti ngedot sebelum usia 2 tahun, sayangnya ngedot sudah menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan dari anak perempuannya.

Dari situlah, Nina mulai mengambil langkah berani membuang dot tersebut. Bisa ditebak, Lizi mulai mencari dotnya. Langkah awal, ia tidak bisa menemukannya and she’s totally fine with it. Bahkan ia bisa melupakan dotnya sementara waktu. Namun setelah itu? Kegemparan mulai terjadi. Lizi yang belum bisa menemukan dotnya mulai menangis dan memohon-mohon untuk mendapatkan kembali dotnya.

Nina bergeming, namun mengatakan dengan lembut bahwa Lizi sudah besar dan tidak membutuhkan dot lagi. Meski sulit membuat anak mengerti, sepertinya cara yang dilakukan dari hati ke hati oleh ibu ke buah hati seperti yang dilakukan Nina tetaplah efektif. Terbukti, Lizi menerima keputusan Nina yang berharap ini adalah tindakan yang tepat.

Ada dua manfaat yang didapat dengan menghentikan kebiasaan anak ngedot. Pertama, ngedot memberikan efek buruk pada anak. Kedua, anak belajar bahwa menangis bukanlah cara yang tepat untuk menginginkan semua yang ia mau. Hal ini sama saja dengan tidak membiarkan anak menjadi manja. Mudah-mudahan pengalaman Nina dapat memberikanmu inspirasi ya, Moms.

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00
Perawatan Rambut Harus Sesuai...
17 September 2018 17:00
Sebagai Masyarakat Urban, Kita...
26 Agustus 2018 14:00