10Mar 0

4 Mitos yang Sering Hambat Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Dini

Dunia Ibu  •   Monica Dian
Bahasa Inggris merupakan bekal penting bagi masa depan anak. Maka mengajarkan anak bahasa asing sejak dini akan lebih baik. Sayangnya, banyak orangtua yang belum sepenuhnya mengerti akan hal ini.

Di era globalisasi seperti sekarang, Bahasa Inggris sangatlah berguna. Namun, tidak sedikit orangtua yang masih menampik pentingnya Bahasa Inggris pada anak. Bagi mereka, mengajak anak berbicara Bahasa Inggris sejak kecil, apalagi sejak balita, dianggap terlalu dini. Dikhawatirkan akan membingungkan anak. Sebagian orangtua lainnya pun masih terpaku dengan mitos soal pengajaran Bahasa Inggris bagi balita. Untuk meluruskan mitos-mitos tersebut, simak fakta di baliknya, Moms.

Mitos: Belajar banyak bahasa dalam satu waktu sekaligus (pada masa pertumbuhan) nanti akan membingungkan anak.

Fakta: Dr. David Freeman dan Dr. Yvonne Freeman, Professor of Bilingual Education di Amerika Serikat, menyatakan semakin dini anak terpapar lebih dari satu bahasa, semakin cepat mereka menguasainya. Hal ini disebabkan otak anak sangatlah kuat dan memiliki kapasitas untuk bisa berubah saat menanggapi tuntutan lingkungan, inilah mengapa bahasa justru bagus diajarkan sejak dini.

 

Mitos: Belajar bahasa secara bertahap. Satu bahasa dulu, baru bahasa lainnya.

Fakta: Ini sepenuhnya salah, karena setelah mahir dalam satu bahasa, seseorang butuh mengumpulkan motivasi dan usaha kembali dari 0 untuk mempelajari bahasa baru, termasuk bagi anak. Studi terbaru mengatakan, mengajarkan dua bahasa secara bersamaan justru lebih efektif bagi anak maupun  orangtua.

 

Mitos: Anak akan berbicara dengan percampuran dua bahasa. Itu tidak baik.

Fakta: Pada saat proses belajar berlangsung, sudah pasti akan terjadi pencampuran dua bahasa berbeda oleh anak. Mengapa? Karena anak sedang belajar merangkai kalimat, dan jika ia tidak ingat atau tidak tahu kosakata salah satu bahasa dari apa yang ia maksud, maka ia akan menggunakan kosakata dari bahasa lainnya. Misalnya “Saya ingin play”. Pada saat yang sama pembentukan tata bahasa atau grammar juga sedang berlangsung, wajar jika mereka melakukan kesalahan.

 

Mitos: Anak bisa belajar bahasa sendiri saat sudah besar.

Fakta: Jika orang tua merasa sudah memberikan dukungan bagi anak dengan memberikan tontonan berbahasa Inggris, atau buku berbahasa Inggris dan merasa itu sudah cukup, coba pikirkan lagi, Moms. “Anak-anak harus dibiasakan berinteraksi dengan bahasa kedua paling sedikit 30% dari keseluruhan hari mereka saat mereka terjaga,” ujar Fred Genesse, professor dalam bidang psikolingusitik dari McGill University, Montreal, AS. Hal itu yang menjadi salah satu faktor sukses menumbuhkan anak bilingual atau bahkan multilingual.

 

Mengajarkan anak untuk bisa menguasai bahasa Inggris di usia dini membutuhkan dukungan dan konsistensi darimu selaku orangtua, Moms.  Nah, dukungan ini bisa dilakukan dengan memberi anak les di lembaga kursus bahasa Inggris profesional seperti Wall Street English Indonesia. Dan tidak ada salahnya juga moms ikut belajar bahasa Inggris di Wall Street. Selain bermanfaat bagi karir, kita juga bisa menjadi partner belajar bahasa Inggris bagi buah hati.

Apalagi kini Wall Street English lndonesia membuka cabang terbarunya yang berlokasi di Pacific Place Mall, Jakarta. Cabang ini merupakan cabang pertama yang menerapkan WSE Professional; program belajar bahasa lnggris bisnis yang mengutamakan pada pencapaian tujuan dengan berbagai aktivitas gaya hidup yang diperuntukkan bagi para pekerja dan profesional. WSE Professional menjadi  pelengkap bagi ”The All-New WSE Experience” yang diluncurkan pada bulan Oktober 2017 lalu, yang mana menggabungkan media belajar digital dengan sesi tatap muka yang personal.

”Kami menciptakan WSE Professional sebagai respon dari kebutuhan members kami yang terus berkembang, terutama bagi mereka yang ingin semakin mengembangkan kepercayaan dirinya dalam berbahasa lnggris di dunia kerja, baik untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, membuat kesepakatan bisnis, menambah jejaring dan mengembangkan bisnis ke kancah internasional," ujar Kish Gill, Presiden Direktur Wall Street English lndonesia. 

Misi dari Wall Street English lndonesia bukan hanya untuk membangun kepercayaan diri dalam berbahasa lnggris, namun juga untuk menciptakan banyak peluang bagi members nya agar dapat maju dan mencapai tujuan akhir mereka. Oleh karena itu, WSE lndonesia telah membuat empat buah Komunitas LEAP, Bold Women, CRE-8 dan The Syndicate. The Syndicate merupakan komunitas yang ditujukan bagi para profesional, eksekutif dan wirausahawan yang belajar di WSE Pacific Place dan akan mengadakan berbagai jenis acara dan diskusi dengan topik-topik bisnis sehingga membantu para members untuk memperluas perspektif mereka.

Pada kesempatan ini, Wall Street English lndonesia juga melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik lndonesia untuk penyediaan pelatihan kemampuan bahasa lnggris bagi para buruh migran lndonesia yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja agar mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih baik di luar negeri. Dalam pendatanganan tersebut, KEMNAKER Republik Indonesia diwakili oleh Direktur Jendral Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Bapak Satrio Lelono dan Bapak Kish Gill selaku Presiden Direktur dari Wall Street English lndonesia, didukung pula oleh David Kedwards, CEO Wall Street English international.

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00