19Sep 0

Saat Bayi Sakit, Perlukah Berikan Obat Antibiotik?

Bayi & Balita » Tumbuh Kembang  •   Monica Dian
Antibiotik biasa diberikan ketika anak sakit. Kenyataannya, antibiotik justru berubah menjadi ‘berbahaya’ jika tidak dikonsumsi dengan tepat.

Sebagai ibu bijak, kamu harus memperhatikan obat yang diberikan pada si kecil saat ia sakit. Khususnya pemberian antibiotik. Pasalnya, jika diberikan tidak pada tempatnya, maka akan mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh bayi dan menyebabkan bakteri yang bertahan dalam tubuh berkembang biak. Alhasil si kecil jadi mudah sakit, Moms. Perlu diwaspadai pula karena menurut beberapa penelitian, pemberian antibiotik di usia dini nantinya memicu munculnya alergi.

Studi US National Ambulatory Medical Care Survey tahun 1989 menyebutkan sekitar 84 persen bayi mengonsumsi antibiotik saat sakit. Sedangkan 47,9 persen bayi lainnya mendapatkan resep obat yang mengandung antibiotik. Di tahun yang sama bahkan ditemukan pula kasus resistensi kuman yang meningkat secara signifikan akibat konsumsi antibiotik yang berlebihan.

Prinsipnya penggunaan antibiotik memang disarankan untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri, seperti infeksi telinga, radang tenggorokan karena bakteri Streptococus, infeksi saluran kemih, tifus, TBC, radang otak (meningitis), radang paru (pneumonia), dan lain sebagainya. Pemberian antibiotik pada bayi yang menderita flu akibat virus sampai kini masih jadi pro kontra di kalangan dokter. Faktanya, antibiotik tidak melumpuhkan virus flu.

Penelitian juga membuktikan, 80-90 persen radang tenggorokan yang terjadi pada bayi tidak disebabkan oleh bakteri Streptococus, sehingga nggak perlu diberikan antiobiotik. Lain halnya kalau bayi mengalami gejala infeksi sinusitis akut, seperti ketika suhu tubuh mencapai lebih dari 39 derajat celcius dan terjadi pembengkakan di sekitar wajah dan mata.

Jika bayi terinfeksi bakteri, mintalah jenis antibiotik spektrum sempit. Pemberian antibiotik kemudian dievaluasi setiap 3 hari sekali. Jika dalam 2-3 hari tidak menunjukkan pemulihan, sebaiknya ganti jenis antibiotik. Dosis yang diberikan untuk bayi dan balita harus tepat, yakni disesuaikan dengan berat badan dan kesempurnaan fungsi organnya.

Nah, supaya terhindar dari kesalahan pemberian antibiotik pada anak, kamu harus membekali diri dengan banyak informasi, Moms. Ingat, antibiotik itu ibarat pisau bermata dua. Bila digunakan secara tepat, antibiotik adalah penyembuh, namun di sisi lain juga bisa menjadi boomerang. Maka, cerdaslah dalam memberikan obat untuk buah hatimu ya, Moms.

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00
Perawatan Rambut Harus Sesuai...
17 September 2018 17:00
Sebagai Masyarakat Urban, Kita...
26 Agustus 2018 14:00