15Sep 0

Kenali Tipe Bayi Prematur Berdasarkan Usia Kandungan

Bayi & Balita » Tumbuh Kembang  •   FimelaFamily Editor
Menurut penelitian WHO, tiap tahun ada 15 juta bayi lahir prematur. Di Indonesia sendiri, 1 dari 6 kelahiran bayi mengalami prematur. Karena itu, yuk kita kenali seputar bayi prematur!

Bayi Prematur dan Klasifikasinya

Biasanya, bayi dilahirkan saat usia kehamilan ibu mencapai 37-42 minggu atau sekitar 9 bulan. Jika kurang dari 37 minggu (atau kurang lebih 259 hari dihitung dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)) sudah melahirkan maka bayi disebut lahir prematur. Sayangnya, sebagian besar perkembangan otak dan organ tubuh Si Kecil belum berfungsi dengan baik dan berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan dibandingkan dengan bayi normal.

"Semakin muda usia prematuritasnya, semakin tinggi pula risiko komplikasinya,” ujar Dr. Esther H. Situmeang, Sp.A., saat ditemui Fimela Family di RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading. Menurutnya, bayi prematur punya dua klasifikasi, yaitu berdasarkan berat badan dan berdasarkan usia kehamilan Si Ibu.

“Jika berdasarkan berat badan, bayi yang memiliki berat lahir kurang dari 2500 gram disebut dengan bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bayi yang memiliki berat badan kurang dari 1500 gram disebut bayi Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR). Kemudian, bayi yang punya berat badan kurang dari 1000 gram saat lahir disebut dengan bayi Berat Badan Lahir Ekstrim Rendah,” jelas Dr. Esther. Ia menjelaskan bahwa semakin kurang berat lahir bayi, semakin tinggi pula risiko yang akan dialami Si Bayi.

Sedangkan menurut usia kehamilan Sang Ibu, bayi prematur dapat diklasifikasikan dalam empat jenis. “Pertama, ada yang disebut dengan Extreme Prematurity, yaitu bayi yang berada dalam kandungan kurang dari 28 minggu. Kedua, Very Preterm, di mana bayi lahir antara 29 hingga 32 minggu dalam kandungan ibu. Ketiga, Moderate Prematurity, bayi yang usianya 32 hingga 34 minggu di dalam perut. Terakhir, ada Late Prematurity, yaitu 34 hingga 37 minggu dalam kandungan,” kata Dr. Esther lagi. Karena itu, ditekankan oleh Dr. Esther bahwa bayi prematur haruslah ditangani secara khusus.

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00
Perawatan Rambut Harus Sesuai...
17 September 2018 17:00
Sebagai Masyarakat Urban, Kita...
26 Agustus 2018 14:00