18Sep 0

Cara-cara Berikut akan Membuat Si Kecil Cepat Berjalan

Bayi & Balita » Tumbuh Kembang  •   Vera Erwaty Ismainy
Melihat anak melangkah untuk pertama kalinya adalah unforgettable moment untuk orang tua. Selain sebagai tanda berjalannya proses tumbuh kembang, berjalan juga menunjukkan kemandirian.

 

Berjalan adalah tanda dimulainya tahapan baru tumbuh kembang anak, jadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan anak dan awal mula kemandirian anak. Tidak heran, kalau momen ini jadi sangat spesial, Moms. Bagi anak, berjalan adalah menjaga keseimbangan ketika ia mulai mengangkat kaki yang satu dan kaki yang lainnya sekaligus proses memindahkan berat badan.

Psikolog anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, menjelaskan ada beberapa tahapan belajar berjalan pada anak. Tahap pertama adalah tahap menjejakkan kaki atau stepping, biasanya tahap ini terjadi pada bayi berusia 3-6 bulan. Tahap berikutnya adalah berdiri dengan bantuan yang biasanya terjadi pada bayi usia 6-10 bulan. Setelah itu, kata Vera, ada tahap berjalan dengan bantuan, biasanya terjadi pada bayi usia 9-12 bulan. Tahap yang terakhir adalah tahap berjalan sendiri pada bayi berusia 12-15 bulan.

“Orang tua harus memberi kesempatan anak untuk melatih kemampuan berjalannya. Akan percuma jika ruangan sudah ada tetapi anak terus-terusan digendong atau ditaruh di stroller. Dengan begitu, anak tidak akan latihan berjalan,” ujar Vera yang ditemui dalam sebuah diskusi pada Rabu (16/9).

Ada beberapa hal yang dibutuhkan anak untuk belajar berjalan. Pertama adalah ruang yang luas dan aman, kesempatan, apresiasi atas usahanya, kegiatan yang melatih perkembangan otot motoriknya, belajar sambil berjalan juga pendampingan dan pengawasan dari orang tua. Satu hal yang tidak kalah penting adalah mainan yang membantu proses ini. 

Namun Vera juga mengingatkan supaya orang tua tidak memaksakan anak untuk mencapai tahap pertumbuhan tertentu. Perbedaan pencapaian tahap-tahap pertumbuhan pada setiap anak berbeda dan tidak bisa disamakan satu sama lain.

“Kalau anak mengalami keterlambatan dalam setiap tahap perkembangannya, ada beberapa hal yang memengaruhinya. Misalnya kurang stimulasi dan kurangnya kesempatan yang diberikan. Sebenarnya tidak ada deadline atau batas tertentu tapi ada toleransi yang bisa diberikan saat melihat anak mencapat tahap-tahap pertumbuhannya. Misalnya anak usia 9 bulan, bisa dibantu dengan memberikan mainan yang membantunya berdiri. Jangan memaksa anak untuk memenuhi target tertentu, berikan dia waktu dan kesempatan untuk berusaha dan mengembangkan kemampuannya,” ucap Vera.

So, Moms, menyediakan waktu bersama dengan anak itu wajib banget. Selain untuk memenuhi aspek kehadiran kamu dalam kehidupan si anak, ternyata kehadiranmu bisa membantunya supaya tumbuh lebih optimal.

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00
Perawatan Rambut Harus Sesuai...
17 September 2018 17:00
Sebagai Masyarakat Urban, Kita...
26 Agustus 2018 14:00