21Sep 0

Agar Anak Tak Pilih-Pilih Makanan, Kenalkan Makanan dengan Beragam Rasa dan Tampilan Unik

Bayi & Balita » Makanan & Gizi  •   Monica Dian
Bayi yang baru belajar makan perlu dikenalkan dengan makanan yang tepat agar kelak ia tak menjadi picky eater atau pemilih makanan. Harus diperhatikan nih, Moms.

Sebagai ibu baru, Indah (26 tahun) mengaku banyak belajar dari pengalaman kakak-kakaknya dalam mengurus buah hati. Apalagi ketika ia melihat keponakannya yang masih balita sangat pilih-pilih makanan. Gemas rasanya memperhatikan tingkah si kecil enggan menyantap makanan yang disediakan oleh ibunya. Disuapi makanan yang ada sayurannya, ia terang-terangan menutup mulutnya. Ia bahkan menangis kencang meminta makanan favoritnya seperti ayam nugget, burger, es krim, dan jenis makanan lain yang cenderung kurang sehat. Ibu mana yang tidak pusing melihat anaknya susah makan begini? 

Tak ingin buah hatinya yang masih berumur 6 bulan mengalami hal yang sama, Indah mulai mencari tahu bagaimana agar anak tidak menjadi picky eater. Apalagi di usianya ini, ia harus mulai mengenalkan bayinya pada makanan pendamping ASI. Di sinilah pentingnya peran seorang ibu, yakni dapat membentuk pola makan anak yang baik sejak dini supaya anak tidak susah makan atau pilih-pilih makanan. 

Pada dasarnya, anak mempunyai kecenderungan sebagai picky eater. Berdasarkan penelitian oleh Dovey TM, et al dalam Food Neuphobia and Picky/Fussy Eating in Children tahun 2008, Neuphobia atau ketakutan untuk mencoba makanan baru dapat menyebabkan anak menjadi picky eater. Itulah sebabnya, pengenalan makanan yang bervariasi sejak dini sangat penting untuk menghindari hal tersebut. Pengenalan pertama sebaiknya dimulai dengan satu jenis rasa makanan, misalnya pisang, beras merah, kacang hijau, alpukat, dan pepaya. Kemudian secara bertahap pengenalan makanan dapat ditingkatkan dengan kombinasi beberapa jenis makanan, terutama dengan sayuran. 

Di samping itu, menurut Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K) dari Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, bayi yang tidak mempunyai keterampilan oromotor (sistem gerak otot dan rongga mulut) yang baik akan cenderung mengalami masalah picky eating. Bagi bayi yang baru belajar makan, sebaiknya diberikan makanan semi padat dengan tekstur yang lembut. Semakin bertambahnya usia, dia harus mulai dikenalkan dengan tekstur yang lebih padat dan kasar untuk menstimulasi keterampilan oromotornya.

Nah untuk anak yang sudah besar, cara ampuh untuk mengajak mereka lahap makan adalah dengan mempercantik tampilan makanan yang kita sajikan. Kegiatan ini dikenal dengan istilah food platting. Food platting terbukti merangsang nafsu makan pada anak karena memberikan efek ketertarikan sekaligus kepercayaan kepada makanan. Selain itu food platting semakin digemari karena menjadi tren upload di media sosial masa kini.

Menghasilkan makanan yang cantik di depan kamera memang menjadi keinginan banyak pengguna media sosial kini. Tantangannya, jika berhadapan dengan makanan Indonesia yang notabene tidak seminimalis hidangan barat yang ditemui di kafe-kafe, perlu teknik dan imajinasi khusus untuk menjadikannya cantik.
 
Padahal, ‘menjual’ look makanan Indonesia yang menggugah bisa menjadi kendaraan promosi yang dilakukan mudah, berkat percepatan informasi yang sama-sama berada di genggaman tangan kalangan luas, berkat kemajuan teknologi.
 
ZEN – Fine Porcelain Tableware menangkap tantangan ini dengan meluncurkan semangat menata makanan Indonesia yang memikat di atas piring-piring porselennya, melalui “Zen Food Plating Competition 2017”.
 
Merek peranti saji di bawah pengelolaan Indo Porcelain ini menggandeng komunitas ACMI (Aku Cinta Makanan Indonesia) dalam menilai sisi artistik penataan makanan (plating) dalam lomba yang diadakan melalui platform Instagram dan Facebook ini.
 
Kedua pendiri ACMI, William Wongso dan Santhi Serad, hadir dalam penjurian kompetisi ini. Berlangsung sepanjang 31 Oktober hingga 20 November 2017, lomba terbuka untuk WNI berusia 17 – 55 tahun dan membawa misi utama mempopulerkan kuliner lokal ke taraf yang lebih tinggi.

Selain mengangkat unsur lokal, hidangan juga diperhatikan dari keseimbangan komposisi isinya, yakni karbohidrat, protein, dan sayur. Bentuk karbohidrat yang dilombahakan wajib berupa tumpeng mini, hanya saja peserta boleh berkreasi menggunakan bahan lain selain nasi. Yang juga wajib diunggah adalah foto hidangan pencuci mulut lokal.  

Selain disajikan dalam porsi individual, keduanya wajib diiringi tagar #ZENplatingpro dan #ZENTableware untuk peserta profesional. Sedangkan untuk kalangan non profesional, wajib menyertakan tagar #ZENplatingnonpro dan #ZenTableware di setiap unggahan photo yang dilampirkan. 
 
“Kami membaginya dalam dua kategori, yakni profesional yang bekerja di industri hospitality dan nonprofesional seperti pelajar, ibu rumah tangga, atau siapapun yang mempunyai minat di bidang kuliner dari seluruh penjuru Indonesia,” urai Santhi.
 
Pada babak final, disaring 10 pengunggah foto terbaik untuk selanjutnya bertemu di Jakarta dan berkompetisi langsung. Hadiahnya, uang tunai setotal Rp17.500.000, produk ZEN – Fine Porcelain Tableware, ragam voucher menarik, dan kelas masak privat di bawah bimbingan William Wongso Kuliner.

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00
Perawatan Rambut Harus Sesuai...
17 September 2018 17:00
Sebagai Masyarakat Urban, Kita...
26 Agustus 2018 14:00