14Mar 0

Ini Kenapa Sarapan Sangat Penting untuk Si Kecil

Anak » Kuat & Sehat  •   Monica Dian
Si kecil punya banyak aktivitas di sekolah? Jangan sampai waktu makan yang satu ini terlewatkan, Moms.

Kesibukan mempersiapkan diri di pagi hari sebelum berangkat ke sekolah seringkali membuat anak melewatkan sarapannya. Padahal, sarapan punya peran penting untuk memenuhi kebutuhan energinya selama satu hari penuh.

Tahu tidak, Moms, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 60% anak Indonesia tidak terbiasa sarapan karena kesibukan di pagi hari. Sementara itu, 44,6% anak Indonesia sarapan dengan makanan yang tidak memenuhi kebutuhan gizinya. Fakta yang kurang menggembirakan ini tentu dilatarbelakangi oleh ketidakpahaman para ibu tentang pentingnya sarapan untuk si kecil. Padahal sebuah penelitian menunjukkan kalau anak yang makan sarapan bergizi bisa 4,5 kali lebih berprestasi di sekolah lho, Moms. 

Walau terkesan sepele, sarapan mempunyai segudang manfaat bagi tubuh. Setelah bangun pagi, tubuh memerlukan kesiapan energi otak dan stamina. Itulah sebabnya sarapan yang menyumbang 20-25% total energi harian sangat dibutuhkan untuk mengisi cadangan energi awal saat memulai aktivitas. Sarapan juga berfungsi mencegah sulit BAB, Hipoglikemia, pusing, loyo, kerakusan, dan kegemukan. Yang terpenting adalah sarapan membuat otak lebih tajam dan lebih mudah berkonsentrasi.

Pada tahun 2017, Frisian Flag Indonesia melaksanakan program Gerakan Nusantara sebagai upaya meningkatkan perilaku gizi positif dan mendorong aktivitas gerak luar ruang pada anak-anak. Gerakan ini didukung oleh ajakan menerapkan ‘Drink.Move.BeStrong’ yang menekankan pentingnya perilaku gizi dengan minum susu rutin.

Gerakan positif ini juga dilakukan dengan kegiatan aktif pada anak-anak untuk membentuk generasi kuat dan sehat. Penyelenggaraan program Gerakan Nusantara tahun lalu disempurnakan dengan menambahkan kegiatan Training of Trainers (TOT) untuk para guru dan telah melatih 2,134 guru di 740 sekolah di delapan provinsi.

Murid-murid SD Negeri 016 Ciracas Jakarta Timur sejak awal Februari 2018 lalu punya kebiasaan baru. Setiap hari Kamis mereka diwajibkan oleh sekolah untuk membawa bekal yang terdiri dari makanan sehat.

"Sebelumnya sudah ada juga yang suka bawa bekal tapi gizinya belum seimbang, misalnya bawa nasi tapi 'lauknya' mi goreng. Juga belum ada sayur dan buahnya," kata Joko Prasetyo, guru kelas 5 di sekolah tersebut.

Selain itu, kebanyakan anak-anak juga terbiasa jajan di tukang dagangan di sekitar sekolah. Namun, menurut Joko, keamanannya belum jelas.

"Isi jajanannya yang mengandung mecin dan juga saus yang warnanya terlalu terang. Kurang sehat," ujarnya.

Sekolah SD 016 Ciracas termasuk dalam sekolah yang mengikuti kegiatan Training of Trainers (TOT), bagian dari program Gerakan Nusantara yang merupakan CSR dari PT Frisian Flag Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan guru dari 740 sekolah di 8 provinsi mendapat informasi tentang pentingnya gizi sehat dan seimbang, dan juga bergerak aktif pada anak-anak.

Menurut Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGM UI), Ahmad Syafiq, para guru yang sudah mendapat pembekalan itu diharapkan meneruskan ilmunya kepada guru lain dan anak didiknya.

"TOT dari Gerakan Nusantara ini adalah upaya rintisan yang dilakukan Frisian Flag Indonesia dan PKGM UI. Pendidikan gizi di SD memang perlu melibatkan guru sebagai tokoh di sekolah yang ternyata mampu membentuk sistem gizi seimbang di sekolah," kata Syafiq dalam temu media di Jakarta (15/3).

Hal serupa juga dilakukan oleh SD Negeri 03 Pondok Labu Jakarta Selatan. pesan gizi juga coba disampaikan dengan menarik dan mudah dipahami. Salah satunya dengan konsep "Pelangi di Piring".

"Hidup sehat kami biasakan pada anak-anak, baik untuk kesehatan diri sendiri, lingkungan, dan sekolah. Misalnya anak-anak diwajibkan cuci tangan dulu di wastafel sebelum makan," kata Boriyem, Kepala Sekolah.

Corporate Sustainability Development Manager Frisian Flag Indonesia, Refa Hayudi Griyanda melihat reaksi yang positif ini. Pihaknya berencana untuk menjangkau lokasi lain di Indonesia untuk menyebarkan pesan tentang kebaikan perilaku gizi positif lebih jauh melalui Program Gerakan Nusantara. Hingga pelaksanaan tahun 2017, program Gerakan Nusantara berhasil menjangkau 2,510 sekolah, 1,376,335 siswa, dan 19,161 guru (2,134 guru menerima TOT secara langsung).

"Kami akan terus menjadi bagian dari proses pembangunan ekosistem guru-orang tua-siswa agar pesan mengenai pentingnya perilaku gizi positif terus berlanjut dan mendukung pencapaian status kesehatan dan gizi anak Indonesia," tutup Refa.

Memulai hari dengan rutin sarapan tentu akan sangat membantu si kecil lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran sehingga ia bisa mendapatkan nilai terbaik di sekolah. Ia pun jadi lebih berenergi sepanjang hari dan tidak mudah sakit karena daya tahan tubuhnya meningkat. Yuk, terapkan perilaku dan budaya makan sehat melalui sarapan!

Comments

Winda Siregar Rela Tak Tidur Agar...
04 Oktober 2016 10:00
Erwin dan Jana Parengkuan: Ajari...
03 Oktober 2016 10:00
Teges Prita Soraya: Suasana Masak...
30 September 2016 10:00
Perawatan Rambut Harus Sesuai...
17 September 2018 17:00
Sebagai Masyarakat Urban, Kita...
26 Agustus 2018 14:00